Tidak sedikit orang mengira wajah yang tampak turun disebabkan oleh penumpukan lemak.
Padahal, wajah berlemak dan kulit kendur merupakan dua kondisi yang berbeda
dan memerlukan penanganan yang berbeda pula.
Kulit kendur terjadi ketika produksi kolagen dan elastin menurun sehingga kulit
kehilangan kekencangan dan jaringan penyangga melemah.
Tanda yang sering terlihat antara lain pipi tampak turun,
garis rahang kurang tegas, lipatan wajah semakin dalam,
dan kulit terasa kurang elastis.
Sebaliknya, wajah berlemak lebih berkaitan dengan volume jaringan lemak
yang lebih banyak atau distribusi lemak tertentu pada wajah.
Kulit dapat tetap terasa kencang meskipun wajah terlihat lebih penuh.
Kesalahan dalam mengenali kondisi ini dapat menyebabkan pemilihan perawatan
yang kurang tepat. Mengurangi lemak pada wajah yang sebenarnya mengalami
kekenduran justru dapat membuat wajah terlihat semakin cekung dan tua.
Oleh karena itu, evaluasi oleh dokter sangat penting untuk mengetahui apakah
perubahan bentuk wajah disebabkan oleh kehilangan kolagen,
pergeseran jaringan, perubahan volume lemak, atau kombinasi beberapa faktor.
Dengan diagnosis yang tepat, perawatan dapat disesuaikan sehingga hasil
yang diperoleh lebih aman, efektif, dan proporsional.